Akankah Ratna 'Bernyanyi' dan Membuka 'Kotak Pandora' Itu? - Okami.id

Tercampakkan! Demikianlah nasib Ratna Sarumpaet (70) setelah mengaku berbohong tentang penganiayaan yang dialaminya.

Akankah Ratna 'Bernyanyi' dan Membuka 'Kotak Pandora' Itu?

Akankah Ratna 'Bernyanyi' dan Membuka 'Kotak Pandora' Itu?
Ratna Sarumpaet

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

OKAMI - Tercampakkan! Demikianlah nasib Ratna Sarumpaet (70) setelah mengaku berbohong tentang penganiayaan yang dialaminya.

Jangankan diberi bantuan hukum, sekadar dijenguk di tahanan oleh elite politik pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun tidak. Itulah politik. Tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi kepentingan.

Setelah menyandang status tersangka, Ratna mungkin dianggap sudah tidak penting lagi. Makanya selain didepak dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu coba “dikirim” ke Chile atas “sponsor” Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tapi akhirnya “mendarat” di Polda Metro Jaya, Kamis (4/10/2018) malam.

Ratna bakal dijerat dengan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU No 11 Tahun 2008 yang diperbarui dengan UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Baca: Karangan Bunga Misterius untuk Ratna Sarumpaet, Kira-kira Dari Siapa?

Tidak itu saja. Sejumlah pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengusulkan agar 3 Oktober, tanggal di mana Ratna Sarumpaet mengaku berbohong, ditetapkan sebagai Hari Anti-hoaks Nasional, bahkan ada perkumpulan yang menganugerahi Ratna gelar “Ratu Hoax”.

Mungkinkah Ratna menjadi justice collaborator agar tidak menggigil sendirian di sel tahanan? Jika mau menjadi justice collaborator, Ratna harus membuka kotak Pandora-nya. Ratna, “bernyanyi”-lah, dan buka kotak Pandoramu!

Dalam mitologi Yunani, dikisahkan ada seorang perempuan ayu bernama Pandora. Pada hari pernikahannya dengan Epimetheus, ia mendapat hadiah dari para dewa berupa sebuah kotak yang indah, namun Pandora dilarang membukanya.

Ketika dibuka karena rasa penasaran, ternyata keluarlah segala macam keburukan mulai dari masa tua, rasa sakit, kegilaan, wabah penyakit, keserakahan, pencurian, dusta, kecemburuan, kelaparan, hingga berbagai malapetaka lainnya.

Ratna pun kini memiliki kotak Pandora yang mungkin berisi hal-hal buruk dia dan jaringannya. Apakah dia akan membukanya sendiri dengan suka rela, sebagai syarat menjadi justice collaborator, ataukah polisi yang terpaksa membukanya, dengan menelisik jejak digital yang tersimpan di hand phone Ratna yang telah disita?

Baca: Perubahan Wajah Ratna Sarumpaet dari Tahun ke Tahun

Pemanggilan Amien Rais oleh polisi untuk diperiksa, Jumat (5/10/1018), namun tidak hadir, mungkin sebagian kecil dari dibukanya kotak Pandora itu oleh polisi. Bisa jadi, mereka yang kini dipanggil sebagai saksi akan berubah statusnya menjadi tersangka. Polisi berpatokan pada Pasal 55 KUHP yang menyatakan, orang yang turut melakukan tindak pidana dapat dijerat hukum.

“Firehose of The Falsehoods”

Mungkinkah Ratna menjadi justice collaborator yang dapat meringankan hukumannya? Pasal 10 ayat (2) UU No 13 Tahun 2006 yang diperbarui dengan UU No 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban mengatur hubungan antara kesaksian justice collaborator dan hukuman yang diberikan.

HALAMAN
123
Leaderboard
close