Apa yang Kau Cari BTP? [Page 2] - Okami.id

Percakapan didominasi oleh berita mengenai bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP), yang dahulu dipanggil Ahok. [Page 2]

Apa yang Kau Cari BTP?

Apa yang Kau Cari BTP?
Basuki Tjahaja Purnama

Baca: Kiat Efektif Bagi Caleg dan Politisi untuk Segera Marajai Media Sosial

Seorang teman bercerita, jika BTP mau bekerja di perusahaan skala nasional dan internasional, maka banyak yang akan memperebutkan dirinya. Dia bisa menjadi CEO handal yang mengorkestrasi perubahan.

Dia tipe pemimpin yang tahu arah dan tujuan, serta tahu apa saja yang perlu dikerjakan untuk menggapai tujuan tersebut. Kalau pun dia menolak, maka banyak hal bisa dilakukannya. Dia bisa menggelar talkshow yang pasti akan ditonton jutaan orang.

Begitu dirinya mengumumkan akan membuka kanal Youtube, langsung dikuti ribuan orang. Dia tipe orang yang punya penggemar setia. Lihat saja film tentang dirinya pun laris manis dan ditonton lebih sejuta orang.

Dari sisi manajemen, BTP adalah simbol dari berbagai inovasi kebijakan publik di satu kota yang terbiasa dengan hal-hal yang mapan. Inovasinya masih diingat banyak orang, khususnya dalam hal pelayanan publik yang lebih responsif pada rakyat.

Banyak yang tak suka kebiasaannya menggusur, tapi warisannya dalam hal penataan sungai serta pengendalian banjir selalu dikenang publik. Dia tipe yang terbuka, sampai-sampai rapat para birokrat direkam dan diunggah di internet, satu hal yang kemudian menjerat dirinya.

Biarpun kebijakan ini ibarat senjata makan tuan, tetap saja dia mewariskan hal yang baik yakni publik tahu apa yang terjadi di balik bilik pemerintahan. Dari sisi politik, kartu BTP jelas belum habis. Banyak lembaga, khususnya elemen gerakan masyarakat sipil dan masyarakat internasional, yang menilai dirinya tidak bersalah.

BTP
BTP

Tuduhan penodaan agama ibarat karet yang bisa ditarik ulur. Sering digunakan sebagai pasal untuk menjerat seseorang yang tak disukai. Selepas keluar dari masa tahanan, BTP akan menemui banyak undangan dari berbagai lembaga internasional di luar negeri.

Dia seperti para aktivis di zaman Orde Baru yang ketika keluar dari tahanan langsung berangkat keluar negeri dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Dia akan menjadi wajah dari minoritas Indonesia yang berhasil naik menjadi pejabat publik, setelah itu kalah dalam kontestasi politik dengan tudingan berbagai isu.

Dia akan menjadi sketsa dari bagaimana dinamika hubungan antar politik dan religi di negeri mayoritas warganya beragama Muslim. Syukurlah, BTP tidak lantas hilang begitu saja. Penahanan tak akan menenggelamkan dirinya.

Namanya akan terus melambung dan dirindukan publik. Dia akan menjadi sosok yang inspiratif, yang kalimat-kalimatnya ditunggu untuk sesuatu yang lebih baik.

Pada BTP, kita menitip harapan agar selalu menjadi mata dan telinga untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. Amin.

*Penulis adalah blogger, tinggal di Bogor, Jawa Barat. Sering menulis di www.timur-angin.com

Leaderboard
close