Apakah Jusuf Kalla Main Dua Kaki? - Okami.id

Dalam iklim politik yang serba terbelah, JK berusaha untuk tetap obyektif.

Apakah Jusuf Kalla Main Dua Kaki?

Apakah Jusuf Kalla Main Dua Kaki?
Jusuf Kalla

Oleh: Yusran Darmawan*

DI tengah iklim politik yang terbelah, setiap pernyataan akan ditafsir sesuai kepentingan. Ketika dianggap mendukung, maka dengan segera diviralkan. Ketika dianggap menentang, maka dengan segera pernyataan itu akan ditenggelamkan. Mungkin inilah yang sedang dialami Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK).

Dalam iklim politik yang serba terbelah, JK berusaha untuk tetap obyektif. Dengan tegas dirinya menyatakan dukung Presiden Jokowi. Namun, dirinya tetap tetap obyektif, yang kemudian menjadi amunisi bagi pihak lain.

Saat debat presiden, Jokowi sempat membahas pesaingnya Prabowo Subianto yang memiliki lahan ratusan ribu hektar di Kalimantan Timur dan Aceh. Ketika ditanya jurnalis keesokan harinya, JK memberi pernyataan yang ditafsirkan sebagai pembelaan pada Prabowo.

JK mengaku, pembelian lahan industri di Kaltim atas seizinnya ketika menjabat wapres pada masa SBY. Pernyataan itu ramai disebarkan para pendukung Prabowo. Pernyataan itu dianggap sebagai amunisi dukungan bagi Prabowo.

Baca: Mengapa Jusuf Kalla Kritik Jokowi?

Beberapa orang menyebut ada blunder di tim Jokowi. Media sekelas Tirto menyebut JK sebagai “kuda troya” atau strategi yang dianggap bisa menghancurkan barisan tim. Benarkah?

Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua TKN Jokowi, justru mengatakan bahwa JK hanya mengonfirmasi apa yang dinyatakan Jokowi sebagai fakta. Yang dipersoalkan bukanlah cara mendapatkan lahan itu, melainkan fakta bahwa Prabowo ikut menguasai lahan seluas ratusan ribu hektar.

Kata Karding, yang seharusnya menjadi sorotan adalah kontradiksi antara pernyataan Prabowo yang hendak memberantas kemiskinan, tapi menguasai lahan hingga ratusan ribu hektar. "Apakah reforma agraria yang manifestasinya adalah bagi-bagi untuk rakyat dan bagi-bagi sertifikasi untuk rakyat bisa dilakukan oleh orang yang menguasai begitu banyak aset?" katanya.

Nah, penegasan JK menjadi penting. Sebab dalam banyak kesempatan, Prabowo malah mengkritik penguasaan lahan. Pernyataan Jokowi diamini Prabowo, kemudian dipertegas kembali oleh JK. Jika pernyataan itu benar, maka Prabowo adalah bagian dari segelintir elite yang menguasai lahan luas negeri ini.

Baca: Seusai Debat Capres, Panglima Medsos Mulai Bertempur

Jejak digital mencatat beberapa pernyataan Prabowo, dan juga anggota koalisinya yakni Amien Rais tentang ini. Tanggal 1 April 2018, CNN Indonesia mencatat pernyataan Prabowo yang menyebut segelintir orang menguasai hampir separuh kekayaan kita. Pemilikan tanah belum merata sebab dikuasai elite.

"Segelintir orang menguasai hampir separuh kekayaan kita. Apalagi soal tanah, 1 persen populasi yaitu konglomerat menguasai 80 persen tanah kita," kata Prabowo, sebagaimana dicatat CNN (lihat DI SINI).

Beberapa orang di lingkar dekat JK menjelaskan bahwa JK memang berusaha untuk tetap obyektif. Dia tidak ingin perseteruan politik membuat tak ada komunikasi dan saling klarifikasi. Sebagai orang yang punya track record sebagai juru damai, dia tetap melihat sesuatu secara proporsional, tanpa harus terjebak dengan dukungan politik.

Beberapa orang dekat JK memang bergabung dengan kubu Prabowo. Di antara mereka ada beberapa menteri yang pernah di-reshuffle Jokowi, yakni Sudirman Said, Ferry Mursyidan Baldan, juga Anies Baswedan yang sejak dulu dekat dengan JK.

HALAMAN
12
Leaderboard
close