Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif [Page 2] - Okami.id

Dulu seorang politisi butuh biaya besar untuk sekadar turun ke konstituen dan menyapa semua orang. [Page 2]

Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif

Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif
ilustrasi

Tetap saja kita harus anggap pembuat cerita itu hebat sebab bisa tahu jenis cerita macam apa yang bisa dipercaya orang lain sebagai kebenaran. Melalui perangkat teknologi, CA tahu bahwa ada sejumlah orang yang memelihara ketakutan sehingga perlu dipupuk dengan berbagai cerita. Pada satu titik bisa mempengaruhi orang lain untuk memilih kandidat tertentu.

Kita tak setuju dengan semua hoaks dan kebencian itu. Tapi, pelajaran besar dari CA adalah orang-orang bisa tergugah karena permainan kata. Bahwa konten yang dibuat dengan dosis tepat bisa mempengaruhi khalayak.

Pertanyaannya, bisakah kita menggunakan prinsip-prinsip dalam CA itu untuk sesuatu yang positif yakni memenangkan pemilu legislatif bagi caleg kita yang berada di satu wilayah? Bisakah kita menyederhanakan cara kerja CA untuk membuat seseorang disukai di media sosial?

***

Sejak dulu, dunia politik kita penuh dengan cerita-cerita. Kesan tentang seseorang dibentuk oleh cerita-cerita yang sampai pada kita. Jika kita berkeliling dan melihat baliho politisi, maka kita akan melihat bagaimana cerita hendak dibangun mengenai orang itu.

Kita melihat slogan, misalnya: merakyat, peduli, mengabdi, atau saleh. Semuanya adalah cerita yang hendak dibangun. Di era digital, cerita-cerita itu juga bisa dengan cepat dibangun dan disebarkan. Di era ini, tak perlu mengeluarkan biaya mahal, cukup menyempatkan waktu untuk berbagi kabar di media sosial, maka pesan bisa cepat menyebar ke mana-mana.

Sayangnya, banyak politisi cenderung menggunakan strategi pesan yang sama. Kalau bukan berbagi pesan bijak, link berisi dakwah, atau foto diri disertai nomor urut dan logo partai. Hal-hal seperti ini memang wajar, namun bisa tidak efektif. Sebab jika tidak dikemas dengan baik, kesan yang muncul adalah menggurui.

Apalagi jika seseorang hanya melakukan itu ketika dekat pemilu. Di media sosial, kita lebih sering melihat wajah tersenyum yang diiringi nomor urut dan kata-kata bijak. Sepertinya caleg kita kurang kreatif sehingga suka copy-paste apa yang dilakukan rekannya. Padahal harusnya buat pembedaan (diferensiasi).

Baca: Tiga Opsi untuk BUNI YANI

Beberapa ahli komunikasi sudah memperingatkan bahwa pesan-pesan yang selalu disampaikan berulang memang berpotensi untuk disukai, tapi yang sering terjadi adalah munculnya rasa bosan dan muak. Demikian pula selalu mengulang-ulang pesan yang menampilkan wajah senyum. Ini juga bisa berujung pada rasa bosan.

Nasihat memang baik, tapi kalau terus-menerus dijejalkan ke telinga seseorang yang terjadi adalah penolakan. Apalagi jika pemberi nasihat itu diyakini sedang punya motif politik. Sama halnya dengan pernyataan bahwa senyum itu bagus, namun jika Anda bertemu seseorang yang tiba-tiba senyum, maka yakinlah orang itu adalah caleg.

Jika kata hendak dijadikan mantra yang bisa mengubah kesadaran orang, maka kata-kata harus masuk dengan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang diterapkan dalam dunia pemasaran adalah menggunakan soft campaign. Gunakan kampanye yang tidak lantas menonjolkan diri secara berlebihan.

Nah, Anda mesti memahami teknik bercerita (storytelling) yang benar. Jika diamati, semua budaya dan peradaban selalu memiliki berbagai cerita-cerita yang kemudian memberikan makna bagi setiap generasi. Storytelling sama tuanya dengan keberadaan manusia. Sebab manusia selalu ingin bercerita dengan sesamanya, berbagi kisah dan kegembiraan, serta mewariskan banyak kearifan. Semua manusia pasti menyenangi bercerita dengan sesamanya.

Di semua budaya, manusia suka berkumpul lalu bercakap-cakap dan membagikan informasi. Pengetahuan tentang bercerita ini sudah lama diterapkan dalam bisnis. Salah satu brand yang konsisten membangun cerita adalah Coca-Cola.

Sejak awal, iklan Coca-Cola tidak pernah menggurui khalayak. Selalu dimulai dengan cerita, kemudian diakhiri dengan pesan kuat yang bisa tertinggal di benak orang-orang yang menyaksikannya.

HALAMAN
1234
Leaderboard
close