Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif [Page 3] - Okami.id

Dulu seorang politisi butuh biaya besar untuk sekadar turun ke konstituen dan menyapa semua orang. [Page 3]

Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif

Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif
ilustrasi

Jika Anda seorang politisi yang hendak memasarkan diri ke hadapan orang lain di era digital, apa yang harus dilakukan?

Pertama, rumuskan lebih dahulu apa konsep yang merupakan keunggulan Anda. Kalau Anda merasa sebagai caleg mewakili anak muda, punya kapasitas, serta kepedulian, jadikanlah itu sebagai tagline. Jadikan sebagai narasi besar untuk kampanye di dunia digital.

Kedua, turunkan narasi besar itu dalam bentuk cerita-cerita sederhana yang menarik. Misalnya, ketika Anda merumuskan kekuatan Anda adalah peduli, maka buatlah berbagai cerita pendukung yang menunjukkan kepedulian.

Baca: Kiat Praktis untuk Selamat dari Tsunami Hoaks ala Ratna Sarumpaet

Tak perlu cerita-cerita besar dengan berbagai teori dan bacaan canggih. Cukup tampilkan pengalaman Anda yang sederhana, misalnya bertemu sejumlah pencari kerja yang kesulitan mengakses informasi lapangan kerja. Berikan contoh pengalaman Anda ketika memulai karier atau wirausaha.

Jika Anda menampilkan diri sebagai sosok yang merakyat, berceritalah tentang pengalaman menjadi rakyat. Berikan optimisme bahwa di tengah rakyat itu ada kekuatan dan solidaritas yang jika dikelola bisa menjadi sesuatu yang hebat.

Ketiga, rumuskan strategi dalam membuat postingan. Beberapa postingan yang disukai adalah postingan yang sederhana, tidak menggurui, serta punya pesan penting.

Dalam buku Political Personal Branding: Strategi Jitu Menang Kampanye di Era Digital yang ditulis Silih Agung Wasesa, disebutkan, beberapa jenis postingan yang disukai orang adalah mengenai harapan, cinta, perjuangan hidup, rasa tertindas, anak-anak, kemenangan, dan banyak lagi.

Anda bisa memilih satu topik kemudian dikaitkan dengan pengalaman Anda, setelah itu selipkan pesan-pesan penting kepada netizen. Setiap hari, evaluasi semua postingan. Dalam waktu tertentu, Anda sudah bisa paham mana yang disukai publik dan mana yang tidak.

Keempat, kembangkan aset digital. Semua akun di media sosial bisa menjadi aset digital. Yang perlu dilakukan adalah kumpulkan pengikut sebanyak-banyaknya sehingga Anda punya sasaran yang bisa dipersuasi dengan postingan-postingan bermutu.

Agar mereka menjadi pengikut setia, cari tahu apa yang mereka sukai, kemudian buat postingan yang sesuai dengan hasil pengamatan Anda. Pahami dengan baik bahwa semua media sosial punya kekuatan dan arena bermain yang berbeda.

ilustrasi
ilustrasi

Twitter digunakan untuk hal-hal yang mesti cepat disampaikan. Instagram menekankan pada visualisasi yang menarik dipandang. Facebook untuk postingan yang agak panjang dan mendalam. Prinsip kerja media sosial adalah satu isu bisa dikembangkan untuk berbagai kanal. Yang berbeda adalah kemasan dan format penyajian.

Untuk Twitter, Anda mesti meringkas informasi itu lalu ditulis dalam kalimat pendek. Sementara Facebook bisa menjadi ruang untuk menulis lebih dalam sekaligus bisa memancing reaksi pembaca.

Kelima, gunakan strategi untuk memviralkan postingan. Sejauh yang saya amati, ada beberapa cara untuk memviralkan postingan. Yakni: menggunakan fasilitas Ads atau iklan yang disiapkan semua media sosial sehingga kita bisa menambah jangkauan postingan ke ribuan orang di wilayah yang dituju.

Cara lain adalah bekerja sama dengan para influencer atau para penggiat media sosial di berbagai wilayah. Anda bisa memetakan siapa pendukung Anda yang paling intens di media sosial dan punya banyak pengikut.

HALAMAN
1234
Leaderboard
close