Jangan Salahkan Ratna Sarumpaet! Berterimakasihlah! [Page 3] - Okami.id

SETELAH Ratna Sarumpaet memberikan pengakuan dosa, sepertinya dia akan berjalan seorang diri [Page 3]

Jangan Salahkan Ratna Sarumpaet! Berterimakasihlah!

Jangan Salahkan Ratna Sarumpaet! Berterimakasihlah!
Ratna Sarumpaet

Hari ini, entah bagaimana reaksinya setelah tahu bahwa dia keliru setelah sebelumnya meyakinkan jamaah.

Keenam, Ratna tentu saja telah menipu begitu banyak netizen, yang dengan semangat 45 dan terus mengumandangkan pesan langit telah ikut berdebat dan tempur di media sosial. Ada begitu banyak orang yang membela dengan gigih dan menyebutkan Ratna adalah seorang yang dizalimi dan teraniaya.

Ratna telah memberi bahan bagi debat publik yang seru. Pembela Ratna akan menyebutkan betapa jahatnya rezim, betapa pemerintah begitu keji menculik dan menyiksa warganya, serta mengatakan bahwa seorang ibu seperti Ratna harus dibela, dan tidak boleh dituduh sembarangan.

Tonton  : Ratna Sarumpaet Kini Sendiri

Para netizen menjadi pihak paling lucu yang tiba-tiba merasa kecele sebab selama ini telah membela habis-habisan, sampai-sampai mengutip banyak teks dari kitab demi mengatakan lawan debatnya buta hati.

Para netizen ibarat pion atau prajurit lapangan paling kecil yang gampang dikadalin. Ratna ibarat memantik api di satu sekam yang telah berlumur bensin. Dia hanya butuh sedikit sandiwara dan akting, maka hebohlah Indonesia.

Terakhir, saya ingat kisah Don Quixote, kita sebut saja Don Kisot, dalam novel karya Miguel de Cervantes. Dia berkelana untuk membunuh naga. Dia abaikan semua suara orang lain kalau naga itu tidak ada. Dia berpakaian seperti ksatria lalu bertualang.

Dia mengira kincir angin adalah penyihir. Dia hidup dalam ilusi. Di akhir perjalanan, dia kembali ke rumah dan mulai menyadari bahwa naga itu tidak ada. Naga hanya ada dalam dongeng yang selama ini dipercayainya.

Mohon maaf, saya tidak menyinggung politisi atau pun capres. Saya hanya berkata, bisa jadi kita semua adalah Don Kisot yang terlanjur percaya sesuatu dan bergerak berdasarkan kepercayaan itu, tanpa melihatnya secara kritis.

*Penulis adalah blogger, tinggal di Bogor. Sering menulis di www.timur-angin.com

Leaderboard
close