Kisah Tuti, TKI yang Dihukum Pancung di Arab Saudi Karena Dituduh Perkosa... - Okami.id

Eksekusi terhadap Tuti Tursilawati ini sangat disayangkan sebab dilakukan tanpa notifikasi.

Kisah Tuti, TKI yang Dihukum Pancung di Arab Saudi Karena Dituduh Perkosa Majikan

Kisah Tuti, TKI yang Dihukum Pancung di Arab Saudi Karena Dituduh Perkosa Majikan
Tuti Tursilawati/Facebook

OKAMI.ID - Kabar duka datang kembali menimpa negeri ini.

Kali ini kabar duka itu dari salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi.

TKI bernama Tuti Tursilawati, warga Blok Manis RT/RW 01 Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah dihukum mati (dipancung) di Arab Saudi, negara tempatnya bekerja.

Tuti sebenarnya telah divonis mati 2011 silam namun baru dieksekusi kali ini.

Wanita murah senyum itu dituduh membunuh majikannya.

Baca: Media Asing Sorot Kasus Korban Perkosaan di Indonesia yang Malah Dipenjara

Kementerian Luar Negeri RI sebagaimana dikutip Tribunnews.com menyebut Tuti Tursilawati telah dihukum mati oleh pemerintah Arab Saudi pada Senin 29 Oktober 2018.

Namun eksekusi terhadap Tuti Tursilawati ini sangat disayangkan sebab dilakukan tanpa notifikasi atau pemberitahuan kepada Indonesia.

Eksekusi mati pada Tuti Tursilawati dilakukan pada Senin kemarin pukul 09.00 waktu setempat di Kota Taif, Arab Saudi.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum (PWNI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, di Kemenlu, Selasa (30/10/2018), mengatakan Indonesia sejak tahun 2011-2018 telah berupaya memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada Tuti Tursilawati.

Tuduhan keji

Tuti Tursilawati (39) dihukum mati di Arab Saudi karena dituduh membunuh majikannya.

Dikutip dari detik.com, saat coba melarikan diri dari rumah majikan, Tuti justru diperkosa oleh sembilan orang.

Ini terungkap di acara Mata Najwa yang disiarkan langsung di Trans 7, Rabu (28/3/2018) lalu.

Acara ini menghadirkan ibu dari Tuti, yakni Iti Sarniti. Itu juga pernah bekerja di Arab Saudi, berangkat pada 2010 bersama Tuti. Keduanya bekerja pada majikan yang berbeda. Ada pula Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Hariyanto.

HALAMAN
123
Leaderboard
close