Memahami Air Mata Miftahul Jannah - Okami.id

Nama Miftahul Jannah sontak bikin heboh. Dia bikin Indonesia terharu.

Memahami Air Mata Miftahul Jannah

Memahami Air Mata Miftahul Jannah
Miftahul Jannah bersedih.

Oleh: Akhmad Dani

Nama Miftahul Jannah sontak bikin heboh. Dia bikin bangsa ini terharu. Tapi di jagat maya ia tak lebih dari bahan gosip atau bahan politik.

Padahal dia pantas dijadikan cermin. Melihat diri kita, apakah berani mempertahankan prinsip sepertinya.

Perempuan kelahiran Aceh itu menekuk lehernya. Ia tampak sedih, dari dalam matanya kita bisa melihat bulir air.

Dia baru saja akan menangis sebelum kembali menguatkan diri mendengarkan Menpora bicara.

Miftahul Jannah merupakan judoka Indonesia di Asian Paragames 2018. Hari Senin (8/10/3018) lalu, dia didiskualifikasi karena menolak melepas jilbab. Dia memilih mengikuti prinsip dan akidahnya ketimbang aturan Federasi Judo Internasional.

Sikap Miftah ini menuai pujian dari berbagai pihak. Termasuk Menpora sore itu yang menenangkannya usai dinyatakan kalah. 

Politikus PKS Jazuli Juwaini, menjanjikannya umroh karena keteguhan sikapnya. Bukan cuma Jazuli, hingga hari ini sudah dua orang yang menjanjiannya ‘bonus’ umrah yaitu ustadz Adi Hidayat dan seorang warga Aceh.

"Sikapnya membuat kami bangga. Ini melebihi ratusan bahkan ribuan medali emas yang hendak dia persembahkan buat daerah, bahkan negara Indonesia," puji Wakil Bupati Aceh Barat Daya Muslizar, jauh-jauh dari Tanah Rencong.

Sebagai seorang muslim saya sebenarnya turut bangga. Saya mendukung prinsipnya memilih tidak bertanding. Miftahul Jannah meninggalkan kemenangan di bumi demi meraih kemenangan di mata Allah SWT.

Ini adalah sebuah pelajaran bagi kita bagaimana memegang teguh prinsip keislaman.

Entah selalu ada hal istimewa yang dimiliki penyandang disabilitas seperti Miftah. Selain Miftah, ada banyak sosok penyandang disabilitas yang juga sangat istimewa dalam arti sesungguhnya.

Saya pernah membaca sebuah profil tentang anak muda yang bernama Habibie Afsyah.

Dalam profil itu dituliskan bahwa Habibie Afsyah berusia 21 tahun dan merupakan pendiri “Yayasan Habibie Afsyah”. Yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan untuk mengangkat kehidupan para penyandang disabilitas seperti dirinya.

Habibie tidak ingin penyandang disabilitas dikucilkan dan didiskriminasi oleh orang lain seperti yang ia pernah alami.

HALAMAN
123
Leaderboard
close