Mengapa Jusuf Kalla Kritik Jokowi? - Okami.id

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) nyaris tidak pernah mengkritik Prabowo.

Mengapa Jusuf Kalla Kritik Jokowi?

Mengapa Jusuf Kalla Kritik Jokowi?
Jokowi dan Jusuf Kalla

Oleh: Adi Sulhardi*

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) nyaris tidak pernah mengkritik Prabowo. Beda perhatian JK kepada Jokowi, yang justru sesekali tampak berbeda pandangan dengan Jokowi, sekalipun mereka berpasangan.

JK dengan enteng menasihati para konsultan bahwa jangan lagi membiarkan setiap rancang bangunan tidak efisien seperti pembangunan LRT Cibubur. Nasehat yang dipahami pula sebagai kritik JK terhadap Jokowi.

Bahkan sempat dijadikan argumentasi pembenar pendukung Prabowo untuk menyerang pembangunan infrastruktur Jokowi yang dilakukan secara massif dan tidak pernah terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.

JK mengeluarkan kritikan saat menghadiri pertemuan Relawan Jenggala Center, Minggu, 3 Februari 2019 lalu, di Luwansa Hotel Kuningan Jakarta selatan. Di hadapan sekitar 1500 simpul relawan Jenggala dari berbagai daerah di Indonesia, lagi-lagi JK mengkritik Jokowi. Kata JK, Jokowi bukan yang terbaik saat ini. Tetapi, calon presiden hanya ada dua pasangan. Dia menyarankan agar mendukung Jokowi.

JK mendukung secara terbuka. Jokowi pilihan terbaik di antara yang ada. Kenapa JK yang sesekali nyeleneh mengkritik Jokowi namun justru mendukungnya? Tentu bukan tanpa alasan. Harus diakui beliau memang sangat paham tentang Jokowi luar dan dalam, karena selama hampir lima tahun bersama sama memimpin pemerintahan.

Di mata beliau, Jokowi sudah sangat berpengalaman dan teruji. Jokowi seperti dirinya melalui jenjang karier dari bawah. Sebelum jadi Presiden Jokowi yang berlatar belakang pengusaha, pernah menjabat sebagai wali kota, gubernur dan akhirnya presiden.

Sehingga Jokowi tidak perlu lagi belajar. Sekarang sisa melanjutkan pemerintahan. Beda dengan yang masih baru dan masih harus belajar lagi. 

Kelebihan lain, JK pun menjamin kalau Jokowi sangat egaliter dia jauh dari kesan otoriter. Jokowi orangnya merakyat dan mengedepankan kebersamaan, kata JK Kelebihan tersebut menurutnya, diperlukan untuk mempersatukan bangsa ini. Kebersamaan bukan otoriter.

Begitu egaliternya, dalam setahun Jokowi bisa menggelar 200 kali rapat karena Jokowi menghendaki setiap kebijakan dan keputusan dilakukan secara bersama sama. Kebersamaan amat penting bagi Jokowi, tegas JK. 

Keutamaan lain dari Jokowi di mata JK. Putra putri Jokowi tidak ada yang terlibat proyek besar pemerintah, "Anak Jokowi hanya jual pisang dan jual martabak," ungkap JK. Bahkan dengan lugas JK menyampaikan, "Saya dan Pak Jokowi, tidak pernah berbicara bagi bagi proyek, tidak pernah," tegas JK.

Publik meyakini dari jejak rekam, ucapan, pikiran dan tindakannya, JK adalah seorang yang obyektif. Dia akan mengatakan itu salah jika salah dan mengatakan benar jika hal itu benar. JK seorang garis lurus. Pada tempatnya JK mengkritik tajam Jokowi tanpa ragu.

Tetapi sebaliknya ketika harus menunjukkan kepada publik siapa pilihan terbaik di antara yang ada pada pilpres 2019, JK tegas menunjukkan dukungannya kepada Jokowi. JK telah menilai Jokowi dengan amat manusiawi.

Bagi JK, Jokowi adalah juga manusia biasa. Jokowi bukan yang terbaik, tetapi bermodalkan argumentasi JK yang rasional dan faktual, ia telah menuntun segenap bangsa ini untuk memastikan pilihan, bahwa Jokowi pilihan terbaik di antara yang tersedia dan jangan pernah ragu akan itu.

*Penulis adalah akademisi dan juga menekuni usaha kuliner roti ayah

Leaderboard
close