Mengingat Sapiens Saat Menonton Film Alpha - Okami.id

ANAK muda itu dikira tewas oleh warga sukunya saat pertama kali ikut dalam misi berburu.

Mengingat Sapiens Saat Menonton Film Alpha

Mengingat Sapiens Saat Menonton Film Alpha
adegan dalam film Alpha

Oleh: Yusran Darmawan*

ANAK muda itu dikira tewas oleh warga sukunya saat pertama kali ikut dalam misi berburu. Dia ditanduk bison purba sehingga jatuh pingsan di lereng tebing curam. Dia ditinggalkan begitu saja setelah ayahnya ketua suku, serta warganya setelah menggelar upacara penguburan secara singkat. Ternyata dia belum mati.

Keda, demikian dipanggil, akhirnya bangun. Dia mesti survive dan kembali ke kampung halamannya. Tapi, dia harus melakukan perjalanan melewati hutan rimba yang penuh binatang buas.

Jika saja itu terjadi di masa kini, dia cukup mendatangi pemukiman terdekat, meminjam telepon lalu meminta ayahnya datang menjemput. Dia bisa minta petugas keamanan untuk membawanya ke rumah. Atau ke hotel terdekat dan leyeh-leyeh dengan mie siram panas serta kaki direndam di air hangat.

Tapi ini terjadi di Eropa pada 20.000 tahun silam. Ini adalah masa manusia masih tinggal dalam perkampungan suku yang kecil, masih mengandalkan aktivitas berburu demi mencukupi kebutuhan pangan.

Manusia hidup bertetangga dengan hutan-hutan lebat yang penuh binatang buas. Perjalanan bisa ditempuh berhari-hari dan menghadapi banyak bahaya.

Keda lalu berusaha untuk bertahan. Alam semesta begitu baik sebab menyediakan semua kebutuhan makanan, mulai dari cacing, hingga serangga. Tapi manusia belum memegang supremasi atas alam di masa itu.

Manusia berbagi teritori dengan berbagai hewan liar yang menghuni hutan dan setiap saat bisa saja memangsa manusia.

Perjalanan Keda menjadi tidak mudah. Dia mesti melewati teritori serigala atau anjing liar. Saat dikejar semua anjing, dia berhasil melukai satu anjing, sebelum akhirnya memanjat pohon mati dan berdiam di sana. Ketika anjing lain pergi, Keda turun dan hendak membunuh anjing itu.

Pada era di mana yang terkuat adalah yang menenang, Keda justru tidak punya naluri membunuh. Dia malah merawat anjing terluka itu dan memberinya makan hingga sembuh. Barangkali inilah awal mula dari proses domestikasi hewan sehingga menjadi anggota komunitas manusia.

Anjing itu menjadi sahabat, partner berburu, serta prajurit terbaik yang melindungi Keda yang ringkih agar segera kembali ke rumah.

Kisah Keda ini saya disaksikan dalam film Alpha yang sedang tayang di bioskop. Dua hari lalu, film ini masuk dalam Google Trend sebagai film yang diperbincangkan netizen. Bahkan smeua lembaga pemeringkat film menempatkannya sebagai film bagus. Kisahnya menarik.

Di mata saya, ini bukan sekadar kisah bagaimana seorang anak berusaha kembali ke rumahnya dalam perjalanan melewati belukar penuh tantangan. Ini kisah mengharukan tentang persahabatan antara manusia dan seekor anjing. Keda digambarkan sebagai pemuda yang usianya masih remaja.

Baca: Mengenang Soeharto Saat Nonton 'Crazy Rich Asian'

Bapaknya seorang ketua suku yang mesti menjadi sosok terkuat. Sang bapak menginginkan anaknya ikut dalam upaya berburu demi mengumpulkan bahan makanan sebelum datangnya salju. Demi ikut berburu, masing-masing remaja suku membuat perkakas berupa batu pipih serupa pisau agar menjadi mata tombak.

HALAMAN
123
Leaderboard
close