Prediksi Akurat Siapa Kalah Menang di Pilpres - Okami.id

Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya hasil pilpres sudah bisa ditebak?

Prediksi Akurat Siapa Kalah Menang di Pilpres

Prediksi Akurat Siapa Kalah Menang di Pilpres
Jokowi Prabowo

Oleh: Yusran Darmawan*

Wajah kawan itu langsung berubah. Di layar kaca, satu lembaga survei berreputasi telah mengeluarkan publikasi. Dia tak percaya, sosok yang dijagokannya, yang sudah dibela dalam semua debat dan tengkar di media sosial selama setahun terakhir diprediksi akan kalah.

Baginya, pilpres ini bukan sekadar memilih sosok pemimpin. Baginya, pilpres ini adalah isu dunia akhirat. Dia sangat percaya bahwa naiknya figur itu akan membuat Indonesia semakin terpuruk dan tertinggal jauh. Dia memelihara imaji kalau figurnya akan membawa Indonesia ke era paling hebat. Bukan sekadar macan, tapi gabungan antara semua hewan perkasa.

Baca: Digital Storytelling untuk Menang Pemilu Legislatif

Figur seperti dirinya tidak sendirian. Ada begitu banyak orang yang percaya bahwa pilpres ini adalah ajang paling penting. Setiap hari kita menyaksikan media sosial yang dipenuhi perdebatan.

Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya hasil pilpres sudah bisa ditebak? Memang, pilpres masih sebulan lebih. Banyak lembaga survei sudah memprediksi hasilnya. Para anggota tim pemenangan masih menghibur diri bahwa sehari sebelum hari H, peluang masih tetap ada.

Kita sudah bisa memprediksinya dari sekarang. Tak perlu mengandalkan big data dan analisis dari berbagai mesin cerdas. Kita sudah bisa memprediksi dengan akurat siapa pemenang dan siapa yang akan gigit jari. Siapa yang akan memang? Siapa yang akan kalah?

Nah, kita akan mulai dulu dari pihak yang kalah. Siapakah gerangan?

Pertama, Jokowi dan Prabowo. Keduanya memang menjadi kontestan pilpres. Di atas kertas, satu di antaranya adalah pemenang dan satunya lagi kalah. Tapi jika dilihat dari sisi personal, dua sosok ini adalah manusia Indonesia yang menjadi sasaran empuk dari semua propaganda dan hoaks.

Masa lalu dan hal pribadi keduanya dibuka dengan telanjang oleh publik. Wajahnya dijadikan meme dan olok-olok untuk menjelekkan pihak lain. Bahkan kalimat keduanya dipotong-potong lalu disebarkan ke mana-mana disertai berbagai analisis yang seolah hebat.

Jokowi dan Prabowo adalah korban dari pemilihan di era digital yang membuat semua orang bisa mereproduksi berbagai jenis konten. Keduanya muncul dalam semua percakapan dari masyarakat yang telah terpapar berbagai fitnah, kabar bohong, hingga hasutan.

Kedua, masyarakat sipil. Sejak lima tahun lalu, masyarakat kita sudah lama terbagi dalam dua kubu yang kian mengental. Dua kubu ini tidak berkomunikasi sebab memang tidak saling mendengarkan.

Ada banyak silaturahmi yang kemudian buyar hanya karena perbedaan politik. Banyak event penuh gembira yang berubah hanya karena perbedaan sikap politik. Politik tidak lagi mendekatkan. Politik menjadi ajang yang mencerai-beraikan dunia sosial kita.

Baca: Apakah Jusuf Kalla Main Dua Kaki?

Entah, siapa yang memulainya, tiba-tiba saja orang mengindentifikasi diri dalam kubu yang memakai nama hewan, kemudian bertarung secara brutal di banyak debat. Warisan dari pilpres ini adalah masyarakat yang kian sakit dan kehilangan akal sehat.

HALAMAN
123
Leaderboard
close