Prediksi Akurat Siapa Kalah Menang di Pilpres [Page 2] - Okami.id

Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya hasil pilpres sudah bisa ditebak? [Page 2]

Prediksi Akurat Siapa Kalah Menang di Pilpres

Prediksi Akurat Siapa Kalah Menang di Pilpres
Jokowi Prabowo

Biarpun semuanya mengklaim sebagai pemilik akal sehat, faktanya masing-masing pihak sibuk saling menyalahkan. Pilpres ini menyisakan pekerjaan besar buat masyarakat kita untuk membangun ulang kohesivitas dan semen perekat semua kubu yang kian menjauh.

Ketiga, umat Islam. Sejak pilkada DKI Jakarta, umat Islam sudah mengalami situasi yang juga terbelah. Di semua kubu, para ulama mengeluarkan berbagai dalil, teks, dan argumentasi yang menguatkan kebenaran kelompoknya.

Nama Tuhan disebut dalam doa yang dilafazkan dengan kalimat bergetar sembari menuding kelompok lain sebagai kafir. Umat Islam menjadi sasaran dari berbagai kampanye yang memakai isu agama. Banyak orang alim yang kian jauh dari kalimat mencerdaskan.

Baca: Seusai Debat Capres, Panglima Medsos Mulai Bertempur

Demi politik, mimbar khotbah dan suara ulama berubah menjadi ajang propaganda. Semuanya lupa untuk mengawal isu-isu substansial terkait pemberdayaan umat dan bangsa. Semuanya larut dalam aksi saling serang dengan menggunakan ayat-ayat Tuhan.

Semuanya lupa untuk menjadikan Islam sebagai penarik gerbong kemajuan bangsa dan menjadi mat air nilai di tengah hidup yang kian krisis keteladanan.

***

Nah, siapa yang menang dari pilpres penuh drama dan tengkar ini? Kita bisa melihat kemenangan pada beberapa pihak, apa pun hasil pilpres.

Pertama, politisi. Apa pun hasilnya, politisi akan selalu menjadi pemenang. Berkat pertengkaran dan saling nyinyir itu, suara partai akan meningkat. Ketika suara meningkat, maka makin banyak petugas partai masuk parlemen. Makin besar pula akses pada jatah kekuasaan.

Baca: Kiat Efektif Bagi Caleg dan Politisi untuk Segera Marajai Media Sosial

Tangga menuju kekuasaan memang berat. Tapi politisi bisa melakukannya tanpa perlu banyak berdarah-darah. Mereka cukup menunggangi para petarung jalanan dan para laskar media sosial yang tanpa sadar kalau telah menjadi pihak yang dimainkan dalam perjalanan ke kursi kekuasaan. Setelah capresnya menang, para politisi akan pesta pora.

Kursi pejabat, duta besar, hingga komisaris BUMN akan dibagi-bagikan. Semua gerbong akan mengajukan nama calon menteri dan pejabat. Setelah pesta usai, tinggallah rakyat jelata yang mengais-ngais harapan kalau-kalau ada kebijakan yang berpihak buat mereka.

Kedua, pebisnis. Para pebisnis dan pengusaha besar akan selalu menjadi pemenang dari semua proses politik. Mereka boleh saja menghabiskan uang untuk membantu satu kubu. Tapi ketika dilihatnya kubu lain menguat, maka dengan segera semua finansial dan logistik akan dipindahkan.

Bagi para pebisnis, hanya ada satu skenario yakni kemenangan. Mereka masih berpatokan pada pepatah Inggris yakni “Don’t put your eggs in one basket.” Jangan menaruh telur-telurmu dalam satu keranjang. Maksudnya, jangan menaruh semua risiko mengenai dirimu pada satu pihak.

Pandai-pandai melihat peluang. Sebab pergantian rezim bisa membuat akses bisnis terganggu. Ketika rezim yang didukung menang, maka peta bisnis terbuka lebar. Anda bisa leluasa mengatur siapa yang menang tender jalan, bandara, hingga penyediaan komoditas. Ketika Anda menang, maka bisnis akan makin jaya.

HALAMAN
123
Leaderboard
close